Kamis, 20 Agustus 2009

Keith Ellison Anggota Parlemen AS Pertama Beragama Islam


Keith Ellison, warga muslim pertama yang menjadi anggota parlemen Amerika Serikat Kongres, terkenal saleh. Di ruang pribadinya di Longworth House Office Building, tergelar sajadah, sedangkan pada dinding di sudut ruangan lainnya terbentang foto kota Mekah.Lebih dari dua tahun sejak menjadi wakil rakyat di Washington, ide anti perang Ellison tetap ampuh di berbagai agenda politik AS.

Bulan lalu, saat Presiden Obama berpidato di Universitas Cairo, Mesir, mengajak dunia muslim berdamai dengan AS, nama Ellison disebut Obama sebagai simbol persahabatan AS dengan Islam."Ketika orang muslim pertama Amerika terpilih sebagai anggota Kongres, dia bersumpah setia pada konstitusi AS dengan mengangkat Alquran, kita suci yang sama dengan yang disimpan salah seorang Bapak Bangsa kami, Thomas Jefferson, di perpustakaan pribadinya," kata Obama.

Bagi dunia Arab, Ellison adalah simbol bahwa Amerika telah merangkul Islam, sementara untuk muslim Amerika dia adalah teladan politik.Bagi pemilihnya yang kebanyakan kaum liberal perkotaan Minneapollis, Ellison disukai karena pandangan politiknya yang mengusung perdamaian, kesejahteraan pekerja, pelestarian lingkungan, dan perlindungan hak-hak sipil.

Dia meraup 71 persen suara untuk masa jabatan keduanya. Daerah pemilihannya dihuni oleh 77 persen warga kulit putih, 13 persen kulit hitam, 5 persen keturunan Asia, sedangkan penduduk muslim hanya 3 persen. Anggota serikat buruh dan mereka yang bernama kearab-araban adalah penyokong utamanya."Saya muslim afro-amerika, lalu bagaimana bisa saya dipilih oleh kebanyakan orang kulit putih Kristen Lutheran di wilayah saya?" ulangnya

Jawabnya adalah praktik hidup kesehariannya. "Sungguh saya melangkah tanpa perencanaan matang, saya melakukannya begitu saja."Digunakannya naman Ellison oleh Obama dalam rangka diplomasi internasionalnya agak sedikit berbeda dengan kampanye Departemen Luar Negeri di era George W. Bush yang hanya memublikasikan tidak lebih dari empat wawancara dengan Ellison kepada audiens internasonal guna menunjukkan kebhinekaan dan kebebasan beragama di negara itu.

"Saya tak merasa disanjung. Saya hanya berpikir, ya kalau apa yang saya lakukan bisa membantu Anda dalam membuka pintu dengan dunia Muslim, maka saya bahagia bisa melakukannya," kata Ellison.

Dengan tidak ingin terjebak untuk hanya dikenal sebagai orang Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres.
Omong-omong, kini sudah dua orang muslim menjadi anggota DPR AS, setelah Andre Carson, Demokrat dari Indianapolis terpilih sebagai anggota Kongres tahun lalu.

Ellison menilai perjuangannya adalah memperluas peluang dan ruang gerak seluruh warga Amerika, tidak hanya ditempatkan sebagai orang yang hanya memahami Muslim dan segala hal yang berkaitan dengan Islam."Jika pengetahuan saya mengenai agama dan kepekaan terhadap isu yang berkaitan dengan keyakinan membantu menciptakan pertemanan demi Amerika dan memperpendek jurang diantara kita, mengapa saya tidak menggunakannya?" kata Ellison.

Dibesarkan sebagai seorang penganut Katolik di Detroit, putera pasangan psikiater dan pekerja sosial ini berpindah memeluk Islam pada umur 19 ketika berkuliah di Universitas Negeri Wayne.Tidak ada hal khusus yang mendorongnya masuk Islam, akunya.Dia beraliran Islam sunni dan seperti umumnya muslim, Ellison tidak memakan daging babi dan tidak pula meminum alkohol.

Dia juga rajin shalat lima waktu, dan meski bukan anggota pengurus masjid Washington, jika lagi berada di kota tersebut Allison selalu shalat berjamaah dengan para staf Kongres yang beragama Islam di satu ruangan di Capitol Hill.

Dia dan istrinya Kim, dikaruniai empat anak.Dia lulusan fakultas hukum, Universitas Minnesota, namun setelah tiga tahun bekerja pada satu firma hukum yang berkantor di salah satu gedung pencakar langit di Minneapolis, dia terpanggil untuk berkarya demi keadilan sosial.

Pada tahun-tahun pertamanya menjadi aktivis sosial, dia menilai politisi sebagai objek kepada siapa para aktivis mesti mengkampanyekan perubahan. Lalu, kiprah Paul Wellstone, mendiang senator liberal dari Minnesota, mengubahnya menjadi seperti sekarang ini."Anda perlu pejabat yang benar-benar bekerja secara simpatik untuk memenuhi apa yang diinginkan masyarakat. Paul Wellstone membuatku melihat seseorang berdasarkan upayanya dalam menciptakan dunia yang lebih baik bagi kaum pekerja, warga kulit berwarna, dan semua orang yang terpinggirkan," kata Ellison.

Setelah dua masa menjadi anggota legislatif, Partai Demokrat Minnesota mendukungnya untuk duduk di kursi DPR. Tapi segera setelah itu rahasia masa lalunya terekspos, seperti kasus pajak, dana kampanye, dan tiket parkir. Namun tuduhan paling membahayakan adalah hubungannya dengan tokoh muslim radikal Louis Farrakhan dan Nation of Islam.

Ellison menyangkal itu semua dengan mengatakan dia hanya pernah menghabiskan waktu 18 bulan untuk mengorganisir demonstrasi sejuta umat, Million Man March, pada 1995 di Minnesota.

Dia menulis surat pemintaan maaf kepada komunitas Yahudi karena tidak mencermati kedudukannya dalam Nation of Islam. "Ya memang mereka anti Semit, seharusnya saya sudah menyimpulkan hal itu lebih awal." Kebanyakan masyarakat Yahudi memaafkannya, bahkan sebuah mingguan Yahudi di negara bagian itu mendukungnya maju menjadi wakil rakyat."Nilai dasar yang dia anut sangat merefleksikan orang yang dia wakili dan itu semua diaplikasikan oleh banyak tradisi iman," kata Donna Cassutt, Wakil Ketua Partai Demokrat di negara bagian Minnesota.

Tentu ada orang yang menilainya secara sinis, diantaranya Ron Carey, Ketua DPD Partai Republik."Dia hanya penggembira bagi pandangan sosialis Presiden Obama," kata Carey.Carey juga menyepelekan kemenangan besar yang dicapai Ellison pada pemilu lalu dengan menyatakan itu terjadi karena siapa pun sekarang ini akan memilih tokoh dari Partai Demokrat.ant/kpo

sumber: republika.co.id

1 komentar: